ARTIKEL:
Kompas Online
Selasa, 10 Agustus 2004
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0408/10/063256.htm
Madu "Makanan Istimewa" untuk
Kebugaran Tubuh
Madu ternyata tak cuma nikmat
diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh
pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.
Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi
bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam
kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.
Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan
alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu
sebagai "makanan istimewa" untuk kebugaran tubuh. Serta katanya,
mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber
kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori
1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680
kg daging.
Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya
yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%.
Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah
berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin
B2, antibiotika, dan lainnya.
Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang
manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu
dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus
diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan
demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu
dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa
disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam
kehidupan manusia.
Madu peternak lebih baik
Madu memang sudah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat, konon
sejak ribuan tahun lalu. Dalam penggunaan sehari-hari, selain
diminum dan dicicipi langsung, madu biasanya dipakai dalam industri
susu bubuk, pabrik jamu, juga industri bahan makanan, misalnya untuk
campuran roti, kue-kue, dan lainnya. Termasuk pula sebagai salah
satu bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.
Sayangnya, konsumen umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik.
Apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang
mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu dalam botol
itu. Seandainya dicantumkan pada kemasan, tetap saja sulit untuk
mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsurnya, sebagai parameter
yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia atau SII 0156-86.
Penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil
Pertanian Bogor pada 1991 menyimpulkan, mutu madu produksi
Indonesia, umumnya masih berada di bawah ketentuan SII. Lebih
mengejutkan lagi, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA
Universitas Brawijaya Malang pernah menyimpulkan bahwa mutu madu
produksi petani peternak secara umum, lebih baik dibandingkan dengan
madu yang dijual di toko-toko, dengan segala kemewahan merek dan
kemasannya.
Di sinilah perlunya peran para ahli untuk memberikan berbagai syarat
madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas, sehingga mudah
diserap masyarakat luas. Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan
kejujuran dari para produsen serta penjual madu, sehingga berbagai
macam madu yang beredar di pasaran tidak membingungkan kualitasnya.
Bukan "susu ratu"
Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang
lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias "susu
ratu".
Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya
bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara
kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut - lagi-lagi katanya - mampu
mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu
di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk
mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.
Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker,
juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik.
Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis
kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit
jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya.
Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti
dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja
sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan
dari produk lebah madu dan royal jelly.
Royal jelly yang disebut "susu ratu" sebetulnya bukan susu. Apalagi
madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan
khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal
jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 - 6 tahun.
Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan
royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai
unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya.
Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang
menggoda para ilmuwan.
Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk
lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah
mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly.
Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan
perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan
kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan
pakar apiterapi dari Jerman. (Intisari)
*****
ARTIKEL Lainnya:
MADU, Mitos dan Fakta
Orang sering
menyamakan madu dengan gula, sering pula salah sangka soal
mutunya. Bagaimana yang sebenarnya?
Artikel
selengkapnya, KLIK disini
*****
THE MAGIC CURE OF HONEY
From the days of Cleopatra
and her milk and honey baths to Jennifer Lopez and her honey
facials, all-natural honey has long been the ingredient of choice
for the world’s great beauties.
Artikel
selengkapnya, KLIK disini
*****
KIAT MEMASAK MENGGUNAKAN
MADU
Madu memang
memiliki beribu manfaat bagi kehidupan manusia. Selain
sebagai food supplement yang berkhasiat, ternyata
madu pun sangat cocok digunakan sebagai bahan tambahan untuk
memasak hidangan atau membuat kue.
Artikel selengkapnya, KLIK disini
*****
Anda membutuhkan madu berkualitas tinggi?
Kami menyediakan Madu YAMAN dan MADU KASHMIR,
yang sudah terkenal kualitas nya di negara-negara Timur Tengah.
Mansyur
Alkatiri (CORDOVA Bookstore Online)
Jl. Lapangan No. 48, Condet (Rt.
16/03)
Batu Ampar, Jakarta Timur
Telp. 021-8004760; Mobile:
0813-15942235